Belajar Pada Kehidupan

Edisi Bakti Sosial Forum Peduli Mahasiswa Kabupaten Bekasi [FORMASI]

Desa Pantai Bahagia, 21/1/2018 – Suatu hari saya dihubungi oleh beberapa mahasiswa dari forum mahasiswa kabupaten bekasi atau disingkat FORMASI untuk membicarakan beberapa kegiatan mereka di Muaragembong.

Beberapa bulan ini kami nyaris terputus silaturahmi dengan mereka disebabkan oleh kesibukan masingmasing. Jadi adalah surprise ketika mereka menghubungi kembali.

Kali ini ketua pelaksana dan beberapa rekan formasi lain yg datang sekitar awal bulani lalu.

Pembicaraan kami masih tentang kabar dan perkembangan wilayah yg kebetulan saya bina hampir dua tahun ini, bernama Kampung Beting.

Hingga pembicaraan merujuk pada sebuah agenda acara yg kelak akan dilakukan sebagai upaya untuk menempa kaderkader pemuda di barisan mahasiswa yg berwawasan dan berempati bukan hanya bersuara lantang di meja diskusi.

Agenda akan dilaksanakan di hari Sabtu Minggu tanggal 20-21 Januari 2018 dengan sebuah pilihan berbaur dengan warga masyarakat di #terasbeting, sebuah perkampungan yg sedikit demi sedikit nyaris tenggelam oleh abrasi dan rob ketika supermoon tiba.

Dan waktu yg ditentukan tiba Sabtu, 20 Januari 2018. Berbagai kendala menjadikan waktu yg seharusnya terjadwal pukul 15.00 wib molor tak karuan.

Hingga satu persatu rombongan pun tiba dengan selamat di markas @muaragembongkita dan tbm #terasuka di kampung kelapa dua desa jayasakti bersamaan dengan kumandang maghrib.

Sembari menunggu reda hujan juga kabar dari rombongan yg menyusul, kami  mendadak dapat info bahwa pak camat ingin sekali bertemu rombongan formasiyg akan melakukan aksi live in dan kerjabakti warga.

Mimpi apa saya dan suami hingga ada penggede Muragembong mau duduk bersila sekedar ngopi bersama kami dan tamu lain.

Mungkin ini sikap membumi yg hendak ditularkan pak camat kepada para mahasiswa agar tidak anti kritik dan tidak anti musyawarah tapi bukan melulu meja debat yg dicari.

Nyaris pukul 9 malam

diskusi kecil pun hendak menyimpulkan bahwa pak camat muaragembong pun sangat berterima kasih pada aksi empati barisan formasi dan berharap akan tindak lanjut tak berhenti pada sebatas pembuatan jaling tapi lebih pada membangun karakter warga masyakatnya juga. Namun tak berlamalama pak camat yg baru benerapa bulan menjabat di muaragembong ini   pamit undur diri. Dan rombongan formasi pun mulai berkemas hendak melanjutkan perjalanan menuju lokasi bermalam di RT 05 RW 02 Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia.

Jalan menuju titik parkir motor pasti sangat licin dan di sana sini penuh genangan yg dalam di beberapa titik perjalanan. Hingga sampai lokasi parkir pukul 11 malam dan dilanjutkan dengan berperahu menuju lokasi menginap dibantu oleh pak Wawan sebagai ketua RT hingga para mahasiswa bisa beristirahat sejak pukul 2 dini hari bersama dingin embun yg mulai jatuh ke bumi.

Sinar matahari pagi pada hari Minggu, 21 Januari 2018 begitu redup. Seolah awan hendak memayungi para lelaki yg mulai bekerja memanjangkan jalan lingkungan (jaling) berbahan bambu.

Bentuk jaling yg tak biasa ini sesuai peruntukan untuk kondisi jalan tanah yg terus menerus dihajar abrasi dan rob seperti di wilayah ini.

Sebab satusatunya jalur penghubung  ke kampung lain hanya anak kali citarum yg sering disebut muara beting maka perahu adalah sarana transportasi utama warga ujung beting ke wilayah terdekat.

Maka jaling hanya sebuah upaya kecil formasi untuk menyelesaikan sisa jaling sepanjang 77 meter yg menjembatani antar rumah ke rumah lain.

Sementara para lelaki sibuk memadukan bambu dan tambang nanas agar kokoh terikat, para perempuan sibuk mengurus dapur utama yg terletak di tengah wilayah warga.

Ada menu ikan kakap bakar, goreng ikan, tumis rebon, tumis kacang panjang, telur dadar, balabala rebon dan tak lupa sambal terasi jembret dipersiapkan untuk para pekerja siang ini.

Lalu acara dilanjutkan dengan menularkan pengetahuan tentang kesehatan oleh para bidan anggota formasi yg  berbaur dengan anakanak tbm #terasuka di mushola setempat. Sosialisasi kesehatan adalah dengan menyadartahuan tentang bagaimana mencuci tangan dengan benar dan dilanjutkan dengan praktek sholat bersama.

Tak lupa pemberian beberapa bingkisan oleh donatur berupa peralatan sholat dan baju koko untuk anakanak yg secara simbolis diterima pak Wawan sebagai ketua RT setempat.

Dan hari pun menjelang sore, bersama angin senja di atas sampan nelayan para mahasiswa dan kami pun segera bersiap untuk pulang pada kesibukan masingmasing.

Hari ini kami belajar bahwa “hidup itu bukan apa yg dikatakan tapi lebih kepada apa yg dilakukan dan bermanfaArt utk sesama”

IRA YUSUP [Founder TBM #terasuka]

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment