HUT ke-24, Perusahaan Tambang Kalimantan Tanam Mangrove di Muara Gembong

Desa Pantai Bahagia, 04/10/2014- Potret hancurnya infrastruktur dan rumah yang tenggelam akibat abrasi di Kampung Beting membuat miris Panitia Darma Hari Ulang Tahun ke 24 perusahaan tambang PT Darma Henwa Tbk yang berkantor pusat di Bakrie Tower Jakarta. Perusahaan tambang batu bara tersebut menanam sebanyak 2400 batang Mangrove/bakau di areal tambak yang sudah tenggelam akibat abrasi pada Sabtu (03/10).

Ketika mendapat informasi dari salah seorang aktivis Komunitas Kaki Jabar Bandung terkait kerusakan lingkungan di pesisir utara Kabupaten Bekasi, panitia darma kemudian mengadakan survey ke lokasi yang ditunjukan lewat salah satu Komunitas Pelestari Lingkungan Muaragembongkita

“Informasi rusaknya lingkungan di Muaragembong baru tahu dari teman komunitas Kaki Jabar yang sering kali bakti sosial ke daerah tersebut” ungkap Yusuf Saeful Islam, salah satu Panitia Darma.

Ditambahkan Mujiono, Panitia Darma lainnya mengatakan tujuan utama dari kegiatan penanaman pohon bakau adalah untuk mendukung perbaikan dan peningkatan lingkungan hidup di sepanjang daerah pantai dengan memperkuat daya tahan terhadap abrasi yang sudah sangat mengkhawatirkan di wilayah Muara Gembong.

Penanaman tersebut juga untuk membantu peningkatan kapasitas dari komunitas lokal yang melakukan penanaman dan pemeliharaan.

“Kami merasa bangga karena dapat menjadi bagian dari kegiatan ini dan berharap dapat memberikan sumbangan atas tujuan Darma Peduli dalam meningkatkan kelestarian hutan mangrove untuk anak cucu nanti. Kami percaya bahwa konservasi keanekaragaman memungkinkan manusia untuk hidup berdampingan dengan dan mendukung keberlanjutan dari ekosistem yang disediakan oleh alam,” paparnya.

Pihaknya menambahkan perlindungan merupakan salah satu dari lima lingkup area dalam kontribusi sosial perusahaan itu.

Sementara itu, menurut Yusup Maulana, Ketua koordinator Komunitas Pelestari Lingkungan MuaragembongKu mengatakan, wilayah Pesisir Kampung Beting memang dalam keberadaan ekosistem hutan bakau yang rusak parah dan diambang kekhawatiran abrasi yang terus berkelanjutan.

“Hutan bakau dikenal sebagai “awal kehidupan” yang mana pohon itu mampu membawa keanekaragaman hayati dan membuatnya menjadi sumber ekonomi kerakyatan. Pohon bakau juga berfungsi sebagai pemecah ombak alami, selain untuk menyerap karbon dioksida dan dapat mengurangi polusi udara” paparnya.

Diharapkannya, ribuan perusahaan dan pabrik di wilayah kawasan Kabupaten Bekasi seharusnya malu dengan aksi penanaman mangrove yang dilakukan PT. Darma Henwa yang jauh dari Kalimantan.

“Perusahaan yang jauh aja care, masa yang deket sampai saat ini gak mau tahu” pungkas Yusup Maulana.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment