Keberadaan Kampung Nelayan Muara Bendera sebagai Zona Penyangga

Desa Pantai Bahagia, 22/12/2016 – Berkurangnya ekosistem mangrove di daerah pesisir tidak lepas dari adanya kehidupan kampung nelayan di sekitarnya. Para nelayan membangun rumah di sepanjang garis pantai karena dekat dengan sumber penghasilan mereka. Daerah pesisir bukan hanya dijadikan sebagai tempat tinggal para nelayan yang mencari ikan di laut, namun juga dijadikan sebagai area dibukanya tambak-tambak. Kondisi air payau yang memiliki salinitas air diantara air laut dan air tawar menjadi kondisi optimal beberapa komoditi pangan. Beberapa komoditi yang dikembangbiakkan adalah bandeng dan udang.

Kampung nelayan di Muara Bendera merupakan kampung nelayan yang berbatasan langsung dengan salah satu ekosistem mangrove yang ada di pesisir utara Bekasi. Ekosistem mangrovenya merupakan habitat asli Lutung Jawa yang merupakan satwa endemik.

Muara Bendera juga merupakan titik akhir dari sungai Citarum. Perahuperahu Nelayan banyak di temukan di sepanjang sungai Citarum. Letaknya yang berada diantara ekosistem-ekosistem penting membuat keberadaan kampung nelayan Muara Bendera dianggap penting bagi keberlangsungan ekosistem tersebut. Masyarakat di kampung nelayan Muara Bendera dan sekitarnya memiliki kegiatan rutin tahunan Nadran, yaitu upacara untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil melaut selama setahun. Kegiatan tersebut merupakan salah satu budaya yang tumbuh di sekitar daerah utara kabupaten Bekasi.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment