Literasi adalah Membangun Ketangguhan Hidup

Kampung Bungin, Desa Pantai Bakti, Muaragembong – PT. Avery Dannison Indonesia kali ini menyatukan tiap perwakilan anak perusahaan yang ada di Indonesia untuk acara ‘Sustainable September’ dengan tema pendidikan dan lingkungan hidup.

Mengusung ikon ‘Change

Begins With Me’ adalah upaya konsisten melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) charity oleh PT. Avery Dannison Indonesia setiap bulan September.

Pada September 2016 lalu, mereka juga menggelar crs charity dengan melakukan mangroving di Kampung Beting, desa Pantai Bahagia kecamatan  Muaragembong, kabupaten Bekasi.

22092596_1675325812477825_1914142172_o

September 2017 kali ini dengan menggandeng Komunitas Pelestari LingkunganMuaragembongkita dan Taman Belajar Masyarakat (TBM) #terasuka memusatkan kegiatan csr charitynya di Kampung Bungin, desa Pantai Bakti kecamatan Muaragembong, kabupaten Bekasi.

Tema lingkungan hidup adalah dengan memperbaiki dan mempercantik wilayah bibir Muara Bungin yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa.

Dengan melakukan serangkaian perbaikan struktur  alat pemecah ombak (APO) di sekitar tepi muara dengan menggunakan berbagai ukuran ban  bekas yang dikeraskan. Lalu dengan melakukan pengecatan dan menata letak ban bekas agar nampak seperti taman dengan tujuan mempercantik dan membuat pantai jadi lebih menarik sebagai obyek wisata.

Acara yang berlangsung hari Selasa, 26 September 2017 berlangsung sejak pukul 10.00 sampai 15.30 wib begitu padat dengan kegiatan mengecor dan mencat ban.

Dihadiri langsung oleh General Manager PT. Avery Dennison Indonesia,  Gayan Fernando seorang pria asal Sri Lanka dan beberapa perwakilan anak perusahaan dari Cibitung dan Bandung. Nampak beliau juga berbaur bersama pekerjanya yang juga sibuk membuat adukan semen untuk mengisi banban yang ditata bertumpuk.

“Mantap, Luar Biasa dan Engaged to Employees dan Villagers” ucap pria ekspat ini sambil meneruskan pekerjaan pengecatan.

Sementara di sisi lain, di bawah terik matahari siang nampak Country Head of HR, Ilham Pradono pria yg berdarah minang sedang sibuk mengatur pewarnaan ban bersama.

“Semoga dengan adanya Apo dan pantai yang cantik bisa membuat banyak pengunjung dari wilayah lain untuk berwisata pantai dan saya berharap warga masyarakatnya bisa merawat sendiri wilayahnya” tutur beliau di sela sesi pewarnaan ban berlangsung.

Sambil menunggu ishoma selesai, nampak sejumlah anakanak wilayah dalam koordinasi #terasuka telah sibuk berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan ice breaking.

Sesi pendidikan anakanak pun dilakukan dengan agenda mengumpulkan sampah yg berceceran di sepanjang pantai bersama crew perusahaan dan anakanak Kampung Bungin.

Acara pendidikan anak diakhiri dengan pemberian tanda mata yg berisi buku tulis, makanan, minuman serta bukubuku cerita yang sesuai dengan jenjang usia pendidikan.

Bagi Ika Noviariani, Talent and Leadership Development Manager, memberikan bukubuku yg tepat sasaran akan sangat besar manfaatnya untuk keberlangsungan hidup.

“Dengan pendidikan dan bahan bacaan yg sesuai dengan kelompok usia, diharapkan bisa melahirkan generasi yang berkualitas” lanjut wanita berkulit putih dan berhijab ini.

Literasi sangat diperlukan agar masyarakat mampu merawat diri dan lingkunganya serta mampu berdaya juga tangguh melawan kerasnya hidup.

“Sebab litarasi banyak mengajarkan sebab akibat dan manfaat lingkungan. Dan diawali sejak usia dini, literasi sebaiknya ditularkan” ucap Ira Pelitawati sebagai koordinator pelaksanaan acara csr charity sekaligus pegiat komunitas pendidikan dan lingkungan hidup.

“Ini hanya pijakan pertama untuk membentuk taman belajar masyarakat atau pustaka masyarakat di wilayah Kampung Bungin. Semoga upaya membangun literasi di  #terasbungin bisa dikelola bersama masyarakat setempat nantinya” lanjutnya mengakhiri acara.