Menjadi Pelopor Bukan Pengekor

VISIONING Kerja Bersama Membangun Muaragembong

Aula Kantor Kecamatan Muaragembong, 10/2/2018 – Adalah tonggak awal untuk mempersatukan bebagai kelompok organisasi atau komunitas pemuda di Muaragembong, dengan mengusung sebuah tema ‘VISIONING Kerja Bersama Membangun Muaragembong’.

Difasilitasi oleh beberapa komunitas dari Sekolah Raya, Bersyukur Menjadi Indonesia, Sahabat Merah Putih, @muaragembongkita dan TBM #terasuka, acara yang dilaksanakan sejak Sabtu hingga Mingggu tanggal 10-11 Februari 2018 dari pukul 10.00-15.00 wib berjalan lancar.

“Tak mudah mempersatukan orangorang di Gembong”, tutur Junaefi, S.STP, M.Si selaku Camat Muaragembong yang mulai proaktif terhadap geliat pergerakan masyarakat, ketika ditemui tim survey di kantornya beberapa hari sebelum acara diselenggarakan. Baginya yang penting adalah terserapnya materi oleh peserta agar mampu ditularkan dan manfaat untuk membangun kembali wilayah masingmasing.

Namun alhamdulillah lebih baik sedikit peserta yang hadir tapi bisa menjadi pelopor nantinya ketimbang terus menerus jadi pengekor. Penyebaran informasi yang tak menyeluruh hingga ke berbagai penjuru disebabkan beberapa titik di beberapa desa di wilayah Muaragembong mengalami banjir limpas. Juga petunjuk penyelenggaraan acara seperti spanduk dan backdrop yang tak tertera di kantor kecamatan membuat beberapa orang berbalik pulang.

Karakter pemuda yang dibangun memang membutuhkan mentoring secara berkala dan berkesinambungan. Perlu waktu panjang karena berbagai sebab agar bisa mengupgrade sumber daya manusia sebagai upaya penyadartahuan potensi di wilayahnya.

“Dengan adanya kegiatan ini, saya merasa banyak terbantu baik secara pengetahuan mau pun dalam berpikir dan bertindak. Serta mampu menentukan tahapan apa saja yang harus dilakukan sebelum bergerak,” ungkap Firman Nurhasan, founder dari ‘Tapak Apung’ , sebuah bentukan taman baca terapung dari komunitas Tapak Kaki Muaragembong.

“Saya bersyukur bisa hadir dalam acara yang mempertemukan komunitas di Muaragembong untuk pertama kalinya sejak saya tinggal di Gembong. Berterimakasih pada Cak Ipul, Bang ‘Dilan’ Agustian, Mba ‘Milea’ Prita Normanita dan temanteman dari komunitas lainya atas belajar bersamanya” ucap Fauji Maulana, dari komunitas Muara Juara yang ke depan lebih mantap dengan visi misi membangun wilayahnya, pada sesi penutupan Minggu, 11 Februari 2018 kemarin.

‘Visioning Kerja Bersama Membangun Muaragembong’ seolah menyadarkan bahwa pekerjaan utama masyarakat bukan hanya berhenti setelah membangun wilayah, tapi juga perlu menumbuhkan, merawat dan melipatgandakan setiap pergerakan.

Presiden Republik Dolanan, Ridho Saeful atau akrab dipanggil Cak Ipul lebih lanjut menjelaskan bahwa perlu membuat sebuah peta tindakan sebelum memulai sebuah pergerakan. Juga diharapkan mampu membedakan antara program, tujuan, prinsip dan kegiatan.

Sementara ‘Dilan’ Agustian, founder Sekolah Raya ini berusaha menggelitik peserta dengan paparan inflasi pendidikan yang kerap menjebak cara berpikir bahwa ijasah adalah segalanya. Sebagai ‘mantan’ aktivis ia juga memaparkan bagaimana cara merawat energi agar tak kehabisan peluru sebelum berjuang.

Mentor ketiga adalah yang paling bening di ruangan yaitu mba ‘Milea’ Prita Normanita, seorang penggerak umkm yang asli Tegal dan sedang menyelesaikan study S2 di UNSOED  untuk bidang pemberdayaan masyarakat ini memaparkan, bagaimana pentingnya sosial mapping untuk fokus pada apa yang dilakukan, agar secara perorangan bisa bertanggung jawab pada bidang yang dikuasai.

Membuka pola pikir masyarakat itu, perlu kerja keras yang berkesinambungan dan butuh waktu yang sangat panjang. Sebab cara penerimaan setiap orang tak gampang dibolakbalikan tanpa adanya kepercayaan dan tak semudah membalik telapak tangan.

Membangun, menumbuhkan, merawat dan melipatgandakan juga butuh legowo dan ikhlas yang luarbiasa untuk menerima kelebihan dan kekurangan siapa pun yang melakukan pergerakan. Berani mengkritik harus bisa membuktikan dan memberi solusi, dengan perbuatan bukan hanya sekedar ucapan.

Hidup bukan hanya soal keberanian melakukan, tapi lebih kepada sejauh mana manfaat dirasakan. Sebab hanya dengan kerja bersama segala yang sulit akan menjadi bukan lagi apapa.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment