Salam Dari Kami yang Ingin Maju Bersama-sama

Sabtu, 27 Januari 2018 – Kabar mengenai kedatangan perwakilan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (KPPPA), International Criminal Investigative Trainning Assistance Program (ICITAP) USA dan Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GN-OTA) adalah sebuah kabar gembira yang luar biasa untuk kami masyarakat pesisir terutama TBM #terasuka.

Dan waktu yang dinanti pun tiba, gerimis dan angin kencang yang menghantui keadaan ternyata tidak terbukti adanya. Hari cukup mendung dengan barisan awan putih yang seolah menjadi payung pelindung perahu pasir yang membawa rombongan datang.

Nampak perwakilan KPPPA membawa serta antara lain ibu Valentina Ginting (Asisten Deputi Perlindungan Anak dalam Situasi Darurat dan Pornografi), ibu Santi Herlina Zaenab (Kabid Perlindungan Anak Korban Bencana dan Konflik), pak Totok Suharto (Kassubid Perlindungan Anak Korban Bencana). ICITAP diwakili oleh ibu Ernesta Siadari (Project Coordinator), ibu Dewi Maharani (Asisstant Project Coordinator) dan pak Novy Lavanda (Project Assistant). Sementara yayasan GN-OTA sendiri diwakili oleh ibu Mayrina Tobing (Program Manager) dan seorang relawanya.

Menyusuri Muara Beting, salah satu anak sungai Citarum yang sempit dan dangkal serta masih memakai ‘helikopter’ sebagai sarana alat mandi cuci kakus (mck) utama sebab banyak hunian yang tak memiliki fasilitas kamar mandi di dalam rumah. Menyebabkan tingkat kadar cemaran E-coli Muara Beting yang terdeteksi oleh Super Camp UNPAD 2017 sebesar 200.000 /100 cc air.

Kemiskinan adalah sebuah kenyataan yang berbanding terbalik dengan kondisi Kabupaten Bekasi sebagai basis wilayah industri dan penyumbang terbesar sektor industri dan pendapatan di provinsi Jawa Barat, versi laporan Bank Indonesia dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional pada Mei 2017.

Kami ingin mengenalkan banyak potensi pesisir yang tak dianggap di sebuah ujung Muara Beting yang kami juluki #terasbeting. Alam yang masih sangat ‘perawan’ sebab jauh dari jangkauan jaringan seluler (zero zona/blank spot), laju perahu melambat di bawah rimbun hutan mangrove.

“Keren alamnya, Bu! Hampir menyerupai pedalaman Kalimantan”, ujar beberapa perwakilan yang sering turun langsung ke beberapa tempat di Indonesia.

Bahkan mereka tak menyangka bahwa ada tempat terisolasi seperti ini, di wilayah yang berdekatan dengan Jakarta dan masih sah disebut JABODETABEK.

Setelah melampaui perjalanan selama hampir 1 jam, tibalah rombongan di mushola satusatunya di wilayah RT 05 RW 02 Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong. Meniti jalan lingkungan yang terbuat dari bambu, sebab jika pasang laut datang akses yang bisa menyelamatkan dalam berinteraksi antar rumah warga adalah jembatan yang memanjang dari ujung pantai hingga ke ujung empang.

Kali ini alhamdulillah rombongan disambut baik oleh AKP Soemantri, Kapolsek Muaragembong yang mewakili warga masyarakat Kampung Beting. Beliau juga baru pertama kali ini meninjau lokasi yang dipadang sangat miris sejak ditugaskan di wilayah Muaragembong akhir tahun 2017 lalu.

Para rombongan juga disuguhi aksi marawis kolaborasi #terasekolah dan #terasbeting, salut untuk tembang islami yang dibawakan meski latihanya dadakan, alhamdulillah tanpa kendala. Ada juga atraksi perang pantun, sebagai salah satu awal cara menularkan seni budaya palang pintu.

Setelah selesai suguhan atraksi lagu dan pantun, tibalah pada acara penyerahan bantuan dari KPPPA, ICITAP USA dan GN-OTA, antara lain berupa peralatan sekolah, sepatu, simulasi dan permainan anakanak.

Kehadiran KPPPA seolah mewakili perhatian negara kepada rakyatnya. Memberi angin segar kepada warga untuk terus meningkatkan roda perekonomian masyarakat, kemajuan pemberdayaan perempuan dan pendidikan anak di pesisir.

Bagi kami warga pesisir, dikunjungi dan diperhatikan saja sudah mampu meninggikan semangat untuk selalu optimis meski banjir pasang laut hampir tiap bulan dialami.

“Terimakasih ibu. Terimakasih bapak. Terimakasih kami ucapkan.
Salam. Salam.
Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersamasama”

Begitulah sapa sayonara dari kami kepada rombongan ketika pulang.