Kecerdasan Ekologis Masyarakat Kampung Beting

Hitam Putih Sebuah Babak

Hidup adalah serangkaian proses pembelajaran dari satu tangga ke anak tangga berikutnya. Kata seorang kawan lama saat menepuk bahu saya ketika itu.

                            Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kec. Muaragembong

Ini bukan produk buatan saya, tapi saya bangga dengan capaian warga yg selalu mau berinovasi dengan cerdas bukan hoby nepuk dada atau menyerah dengan nasibnya.

Salah satunya adalah teh dari dedaunan mangrove.

Alis saya sedikit naik ketika mendengarnya pertama kali produk ini dikenalkan kepada saya oleh seorang warga.

Bahkan ia bercerita bahwa pernah ada seorang peneliti dari IPB melakukan uji lab tentang produk ini dengan testimoni bahwa kandungan teh mangrove bisa menurunkan tekanan darah tinggi dan membersihkan darah kotor. Namun sayang hasil uji lab sulit ditelusuri jejaknya.

             Teh Mangrove yang dibuat dari daun pohon mangrove jenis api-api (avicenna)
                  Krupuk Mangrove, dibuat dari buah mangrove jenis api-api/brayo (avicenna)
Sirup dan Dodol Mangrove, dibuat dari buah mangrove jenis Pidada (Sonneratia caseolaris)
Kue Donat Mangrove, dibuat berbahan dasar tepung buah brayo jenis mangrove api-api                                                                              (avicennia alba)

“Di tangan seorang kreator apa pun bisa jadi sesuatu” kata sebuah buku.

Dan benar, di tangan seorang warga yg terus menerus berinovasi meski memiliki keterbatasan alat dan media. Ia tak kenal lelah membuktikan bahwa alam diciptakan untuk melindungi manusia.

Beberapa produk inovasi lainya capaianya adalah krupuk, mie instan, kripik, kopi bahkan sabun cuci. Selain itu juga produk utama berupa dodol dan sirup berbahan mangrove. Dan yg lebih penting lagi semuanya mulai menghidupkan satu per satu kesadaran pemberdayaan ekonomi dengan cara berkelompok.

Mangrove memang cukup subur tumbuh di pesisir tempat tinggal yg dekat dengan muara dan laut. Ada 7 jenis mangrove yg masih bisa ditemukan di sekitarnya. Salah satunya adalah jenis avicennia atau biasa disebut api api yg batangnya bisa dijadikan bahan bakar berwarna biru nyaris sewarna briket batubara. Itu kenapa jenis ini banyak diburu untuk dijadikan alat masak tradisional.

Di wilayah kampung beting, desa pantai bahagia, kecamatan muaragembong, kabupaten bekasi, akan lebih mudah memetakan berbagai jenis mangrove sebagai sumber daya alam potensial yg terbatas.

Merawat jauh lebih baik jika diimbangi dengan menjaga bukan?

Reboisasi tumbuhan dengan memetakan rerimbunan menjadi pekerjaan rumah lain untuk warga masyarakatnya jika hendak melakukan produksi masal.

Kerjasama hanya bisa diawali dengan kesadaran bahwa segala yg diambil juga harus disuburkan lebih dahulu, meski tujuan utama mangrove adalah penahan abrasi atau penghambat hempasan ombak.

Sebab memperbesar luasan sedimentasi juga perlu pengamatan yg matang, berkesinambungan dan waktu yg panjang.

Bagi saya, mangrove adalah ujung tombak masa depan. Jika pesisir habis maka wajar jika wilayah aman hanya tinggal menunggu waktu untuk ikut tenggelam. Bersama. @ira

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment