Energi Plastik Sampah

Desa Pantai Bahagia | Rabu, 19/9/2018 – Siang ini Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pantai Bahagia 02 yang terletak di Desa Pantai Bahagia, Kec. Muaragembong, Kab. Bekasi kedatangan Komunitas Get Plastic dari Jakarta. Kedatangannya sebagai lanjutan koordinasi, apa saja yang perlu dipersiapkan menjelang pelatihan pada hari sabtu  tanggal 22 dan 29 September 2018. 
                                   Junaefi S.STP.MSi, Camat Muaragembong bersama Dimas, Pendiri Get Plastic
Beberapa waktu lalu, kami komunitas Muaragembongkita cerita tentang sampah di pesisir wilayah muaragembong kepada seorang teman yang berkunjung ke Muaragembong. Singkat cerita, ia memberi rujukan untuk segera sharing dengan Dimas Bagus Widjanarko, seorang pendiri Get Plastic yang telah menciptakan mesin pengolah sampah menjadi BBM dan telah melakukan perjalanan panjang menggunakan scuter kesayanganya dari  Jakarta ke Bali.
 “Pelatihan soal cara memilah dan memilih sampah mungkin sudah berkali-kali dilakukan namun output selanjutnya tak menemukan solusi. Kemana dan diapakan sampah yang telah dikumpulkan,  terutama plastik bekas” begitulah awal maksud yang dipaparkan Dimas ketika kami menemuinya di Jakarta.
Dipaparkan pula bahwa awalnya ia merasa risih saat melihat banyaknya sampah di gunung, tempat di mana ia banyak menghabiskan waktu bercengkrama bersama alam.
Sebagai seorang pecinta alam, Dimas kemudian berpikir tentang apa yang bisa ia lakukan terhadap sampah-sampah plastik itu. Karena merasa geram, Dimas akhirnya mencari beberapa sumber dan ‘berguru’ kepada temannya tentang mengolah sampah plastik. Akhirnya diketahui bahwa ternyata beberapa jenis sampah plastik bisa menghasilkan bahan bakar minyak (BBM).
Berbekal nekad dan rasa ingin tahu yang tinggi, akhirnya Dimas memelajari cara untuk membuat mesin pengolahnya. Riset tentang mesin pengolah mulai ia lakukan sejak tahun 2014 dan akhirnya sebuah mesin pengolah sampah plastik menjadi BBM pun tercipta. Meskipun telah banyak komunitas di berbagai daerah yang memiliki alat hasil ciptaannya, namun Dimas mengatakan tidak menjualnya.
Hal itu dikarenakan tujuannya bukanlah uang, melainkan terciptanya kesadaran tentang mengurangi sampah plastik. Jika tertarik untuk memiliki alat ini, Dimas menambahkan, wajib mengikuti pelatihan yang diberikan oleh tim Get Plastic selama kurang lebih satu bulan.
Junaefi S.STP.MSi, Camat Muaragembong mengapresiasi program perdana Get Palstic yang coba kami implementasikan di SDN 02 Pantai Bahagia. Dirinya akan mendukung penuh kegiatan ini agar terciptanya Lingkungan yang asri di Kecamatan Muaragembong. “Barangkali saja bisa dijadikan acuan untuk wilayah lain di kabupaten Bekasi” begitu harapanya.
Jadi mari kita mulai dari diri sendiri untuk mendaurulang energi dan merapatkan barisan membangun Muaragembong kembali