Cerita Lompa | Catatan Kaki

Sebuah bunyi ‘jelegur’ yg berasal dari laut adalah penanda air pasang akan datang. .
Hampir sama terdengar ketika tragedi Lion Air JT 610 jatuh di sekitar perbatasan kabupaten bekasi dan kabupaten karawang, tepatnya di wilayah Kampung Muara Bungin, pagi itu. .

“Jelegur” terdengar memang hanya satu kali dan lebih mirip suara ombak menghantam karang. .

Seperti siang ini, pasang terjadi dua kali dalam sehari (pagi dan malam) ketika saya tiba seperti biasa di rumah #tbmterasuka di kampung beting, selasa kemarin. .

Pasang laut kali ini mulai menaikan debit airnya. Hingga membuat para nelayan kesulitan mendapatkan ikan sebab perubahan cuaca. Di sini hujan sesekali turun hanya beberapa menit lalu pergi, terbawa angin yg berhembus. .

“Air sungai aja penuh enceng dan warnanya beda kalo musim gini, bu! ” jelas seorang bapak yg berperawakan kerempeng ketika saya tanyakan sebabnya. .

Para istri nelayan pun bercerita tentang ikan laut yg beberapa minggu ini didapat kurang atau bahkan tak laku dijual di pasar. .

Bahkan banyak kasakusuk isue warga di wilayah desa lain justru menyesatkan tentang apa yg dimakan ikanikan di lautan. Kabar burung justru berakibat mematikan nyala dapur para nelayan.


Tapi saya coba mengajak beberapa ibu yg sedang menunggu anaknya bermain untuk sedikit berpikir cerdas tentang keadaan yg terjadi. .

Perut manusia pada dasarnya adalah kuburan abadi, tempat para hewan bersemayam. Karena secara sadar atau tidak, sebenarnya kitalah pemakan ‘bangkai’ mereka. Memangsa tanpa rasa bersalah. .

Sementara laut tempat banyak sampah dan bangkai apa pun yg dimakan berbagai jenis ikan. Namun masih tidak kapok membuang sampah dengan kebanggaan. Sementara perut ikan begitu penuh terisi sampah yg kita buang.

Andai penguasa laut marah dengan sesekali tak memberi rejeki kepada jalajala nelayan. Ia juga bisa ngambek dan proteskan?!

Hidup tetap berjalan kan Bapak Ibu. Anak-anak butuh belajar bijak dari diri bapak ibunya…
Menjaga dan merawArt adalah tugas bahu membahu kita. Sampai tutup usia.

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment