Kemarau Panjang, Dua Ekor Lutung Jawa Muarabendera Mati

Desa Pantaibahagia, 22/9/2019 – Dua ekor lutung jawa di lokasi hutan mangrove Muarabendera, Desa Pantai Bahagia, Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mati akibat kurang mengonsumsi air selama kemarau.

“Saat ini ada sekitar 40 lebih lutung jawa yang berada di lokasi ini. Namun, dua ekor di antaranya diketahui mati selama kemarau berlangsung,” kata Daman, penjaga Lutung Jawa Muarabendera, Minggu.

Menurut dia, satwa khas tersebut selama ini berada di hutan mangrove dengan habitat yang berdekatan dengan Laut pesisir bekasi.

“Lutung tersebut selama ini memanfaatkan Sungai Citarum sebagai sumber air. Akan tetapi, sudah beberapa bulan ini kering dan mulai didominasi air laut yang asin,” katanya.

Air laut tersebut, kata dia, tidak bisa dikonsumsi lutung karena berbahaya bagi kesehatannya.

Menurut dia, kondisi lutung tersebut hingga saat ini belum memperoleh perhatian dari pihak terkait, seperti petugas kecamatan dan dinas terkait.

Secara terpisah, Penggiat Lingkungan Komunitas Muaragembongkita, Yusup Maulana mengatakan bahwa berkurangnya populasi lutung di lokasi itu juga dipengaruhi penyusutan hutan mangrove.

“berkaitan dengan permasalahan yang ada di wilayah hutan mangrove di kecamatan muaragembong adalah merupakan tanggung jawab utama pihak Perhutani,” kata pria yang akrab dipanggil ucie.

Ditambahkannya, kejadian matinya lutung jawa akibat kemarau panjang ini berulang ditiap tahunnya, pihak perhutani seolah tidak mau tahu akan pemasalahan tersebut. Banyak komunitas lingkungan melakukan kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan pun, mereka terkesan cuek.