Home » Tanggul Citarum Jebol, Tiga Desa Terendam Banjir

Tanggul Citarum Jebol, Tiga Desa Terendam Banjir

WartaDesa, 28/02/2020 – Rapuhnya tanggul penahan air dan pendangkalan beberapa Muara Sungai Citarum terlalu lama diabaikan. Dua hal ini menjadi penyebab banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, di antara rentetan faktor lain. Berkali-kali banjir melanda, tetapi langkah yang dilakukan pemerintah baru sebatas penanggulangan sementara. Bukan tidak mungkin bencana serupa masih bisa mengancam wilayah di timur Jakarta ini.

Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah paling sering dilanda banjir di Jabodetabek sejak awal tahun. Pada 25 Februari 2020 lalu, sebanyak 10.000 keluarga terimbas bencana hidrometeorologi itu.

Sejauh ini, kecamatan yang paling terdampak berada di wilayah Bekasi bagian utara, seperti Muara Gembong, Sukawangi, dan Cabangbungin. Ketinggian air di beberapa wilayah itu mulai dari 20 cm sampai 40 cm.
Luapan Sungai Citarum menjebol tanggul hingga menerjang permukiman warga Muara Gembong. Penyebabnya tidak hanya tinggi debit air sejak dari hulu. ”Terjadi pendangakalan muara sungai dari anak Sungai Citarum di Muara Gembong karena sedimentasi dan ada beberapa titik tanggul yang rendah dan tanahnya rentan longsor,” ujar Yusup Maulana (36), warga Muara Gembong, Jumat (28/2/2020).

Setidaknya ada 12 titik tanggul yang rendah dan rawan longsong di tiga desa, yaitu Pantai Bakti, Pantai Bahagia, dan Pantai Sederhana. Adapun tanggul masih berupa tanah urukan dan diturap dengan pagar dari batu. Tinggi turap sekitar 2,5 meter.

Sementara itu, sedimentasi Sungai Citarum di Muara Gembong berupa endapan pasir. Sedimentasi itu belum pernah ditangani atau dikeruk oleh pihak berwenang. ”Belum pernah ada pengerukan, baik dari Pemkab Bekasi, Provinsi Jawa Barat, maupun pemerintah pusat,” katanya.
Selama ini, sebagai langkah antisipasi banjir, warga bersama perangkat desa hingga kecamatan melakukan goloran atau kerja bakti perbaikan tanggul dan pembersihan saluran air persawahan. Tanggul diperbaiki dengan penurapan menggunakan karung berisi tanah.

sumber : https://bebas.kompas.id